Kamis, 17 Desember 2015

Alat Musik Reog Ponorogo Berdasarkan Sumber Bunyinya

Kelompok Pencon


Alat musik yang bahannya dari perunggu dan kuningan, berawal dari bentuk pipih bulat semacam cakram, kemudian ditempa (lewat pembakaran) dan dibentuk melebar dan melengkung sampai mencapai bentuk akhir. Sumber bunyinya berbentuk pencon yang rongganya berfungsi sebagai resonator.

1. Kempul.


Alat musik pukul yang sumber bunyinya berbentuk pencon seperti alat musik Gong dan Kempul pada gamelan Jawa, ditabuh dengan tabuh khusus. Pada reog Ponorogo kempul berfungsi sebagai penegas ketukan atau beat dalam suatu alunan/ricikan permainan. Pada stand atau penyangga kempul diatasnya terdapat ukiran berbentuk naga yang secara filosofi memiliki arti sebagai sumber kehidupan.

2. Kenong atau Kethuk.


Alat musik pukul yang juga sumber bunyinya berbentuk pencon seperti Kempul, hanya saja berukuran lebih kecil. Istilah Kenong pada karawitan Jawa adalah alat musik yang berbeda dengan istilah Kenong pada permainan musik reog, bentuk dan ukuran Kenong pada reog Ponorogo sama seperti alat musik Kethuk di karawitan Jawa. Sebaliknya Kenong pada karawitan Jawa memiliki bentuk dan ukuran yang  berbeda dengan Kenong pada Reog Ponorogo.

Kelompok Bambu


Alat musik yang sumber bunyinya berasal dari bambu.

1. Angklung. 


Alat musik ini mengeluarkan bunyi melalui benturan antara bambu dengan cuthik yang fungsinya sebagai resonator. Sistem nada atau laras yang digunakan adalah pelog tapi biasanya menggunakan laras sesuai kebutuhan. Yang membedakan angklung pada umumnya dengan angklung reog adalah hiasan dengan warna dominan reog seperti merah dan kuning.

Kelompok Selaput Kulit


Instrumen musik yang suaranya bersumber dari getaran kulit yang dibentang pada suatu bingkai atau frame (dari berbagai macam bentuk dan bahan, biasanya kayu).

1. Kendang. 


Terbuat dari kayu luang dan dijalin dengan kawat, dilapisi kulit lembu/kerbau muda. Ada perbedaan dalam cara memainkan alat musk kendang yaitu saat membunykan Dhe, di Ponorogo Jawa Timur menggunakan tangan kiri tapi di daerah Solo menggunakan tangan kanan. Perbedaan peran kendang juga dimiliki antara Jawa Timur dengan Jawa Tengah, di Jawa Timur kendang berperan sebagai penentu gerakan tarian tapi di Jawa Tengah kendang berperan sebagai penentu berubahnya ricikan gendhing.

2. Ketipung.


Bentuk dan bahan pembuatannya sama seperti kendang hanya ukurannya lebih kecil. Ketipung dimainkan imbal-imbalan dengan kendang utama. Dipukul menggunakan pemukul yang terbuat dari kayu (stick).

Kelompok Lainnya


1. Sompret. 


Dibuat dengan kayu jati, pada bagian sekeliling mulutnya dibuat menyerupai kumis tebal menggunakan batok kelapa. Ditiup menggunakan kepyak yang terbuat dari pupusnya pohon koprak. Sompret reog berfungsi sebagai ajak-ajak dalam sajian musik reog sekaligus sebagai penghias dalam musik reog.
Read More

Jumat, 11 Desember 2015

Tarian Dan Tokoh Dalam Pementasan Reog Ponorogo

Dalam kesenian Reog Ponorogo, terdapat macam-macam tarian yang menarik yang biasanya di lakukan di saat pementasan Reog. Mau tau tarian apa saja yang terdapat dalam pementasan Reog Ponorogo ??? Mari kita bahas bersama-sama.

1. Jathil


Para Pemain Jathilan

Jathil adalah prajurit berkuda dan merupakan salah satu tokoh dalam seni Reog. Jathilan merupakan tarian yang menggambarkan ketangkasan prajurit berkuda yang sedang berlatih di atas kuda. Tarian ini dibawakan oleh penari di mana antara penari yang satu dengan yang lainnya saling berpasangan. Ketangkasan dan kepiawaian dalam berperang di atas kuda ditunjukkan dengan ekspresi atau greget sang penari.

Jathilan ini pada mulanya ditarikan oleh laki-laki yang halus, berparas ganteng atau mirip dengan wanita yang cantik. Gerak tarinya pun lebih cenderung feminin. Sejak tahun 1980-an ketika tim kesenian Reog Ponorogo hendak dikirim ke Jakarta untuk pembukaan PRJ (Pekan Raya Jakarta), penari jathilan diganti oleh para penari putri dengan alasan lebih feminin. Ciri-ciri kesan gerak tari Jathilan pada kesenian Reog Ponorogo lebih cenderung pada halus, lincah, genit. Hal ini didukung oleh pola ritmis gerak tari yang silih berganti antara irama mlaku (lugu) dan irama ngracik.


2. Warok



“Warok” yang berasal dari kata wewarah adalah orang yang mempunyai tekad suci, memberikan tuntunan dan perlindungan tanpa pamrih. Warok adalah wong kang sugih wewarah (orang yang kaya akan wewarah). Artinya, seseorang menjadi warok karena mampu memberi petunjuk atau pengajaran kepada orang lain tentang hidup yang baik.Warok iku wong kang wus purna saka sakabehing laku, lan wus menep ing rasa (Warok adalah orang yang sudah sempurna dalam laku hidupnya, dan sampai pada pengendapan batin).

Warok merupakan karakter/ciri khas dan jiwa masyarakat Ponorogo yang telah mendarah daging sejak dahulu yang diwariskan oleh nenek moyang kepada generasi penerus. Warok merupakan bagian peraga dari kesenian Reog yang tidak terpisahkan dengan peraga yang lain dalam unit kesenian Reog Ponorogo. Warok adalah seorang yang betul-betul menguasai ilmu baik lahir maupun batin.

3. Barongan (Dadak Merak)



Barongan (Dadak merak) merupakan peralatan tari yang paling dominan dalam kesenian Reog Ponorogo. Bagian-bagiannya antara lain; Kepala Harimau (caplokan), terbuat dari kerangka kayu, bambu, rotan ditutup dengan kulit Harimau Gembong. Dadak merak, kerangka terbuat dari bambu dan rotan sebagai tempat menata bulu merak untuk menggambarkan seekor merak sedang mengembangkan bulunya dan menggigit untaian manik – manik (tasbih). Krakap terbuat dari kain beludru warna hitam disulam dengan monte, merupakan aksesoris dan tempat menuliskan identitas group reog. Dadak merak ini berukuran panjang sekitar 2,25 meter, lebar sekitar 2,30 meter, dan beratnya hampir 50 kilogram.

4. Prabu Klono Sewandono



Klono Sewandono atau Raja Kelono adalah seorang raja sakti mandraguna yang memiliki pusaka andalan berupa Cemeti yang sangat ampuh dengan sebutan Kyai Pecut Samandiman kemana saja pergi sang Raja yang tampan dan masih muda ini selalu membawa pusaka tersebut. Pusaka tersebut digunakan untuk melindungi dirinya. Kegagahan sang Raja di gambarkan dalam gerak tari yang lincah serta berwibawa, dalam suatu kisah Prabu Klono Sewandono berhasil menciptakan kesenian indah hasil dari daya ciptanya untuk menuruti permintaan Putri (kekasihnya). Karena sang Raja dalam keadaan mabuk asmara maka gerakan tarinyapun kadang menggambarkan seorang yang sedang kasmaran.

5. Ganongan (Bujang Ganong)



Bujang Ganong (Ganongan) atau Patih Pujangga Anom adalah salah satu tokoh yang enerjik, kocak sekaligus mempunyai keahlian dalam seni bela diri sehingga disetiap penampilannya senantiasa di tunggu – tunggu oleh penonton khususnya anak – anak. Bujang Ganong menggambarkan sosok seorang Patih Muda yang cekatan, berkemauan keras, cerdik, jenaka dan sakti.
Read More

Asal Usul Reog Ponorogo

Reog Ponorogo adalah salah satu kesenian warisan leluhur Indonesia yang sempat diklaim secara sepihak oleh negara Malaysia. Pengklaiman ini sendiri sebetulnya terjadi karena kebudayaan tersebut dibawa oleh warga Ponorogo yang datang dan menetap di Malaysia kemudian berkembang pesat disana, dan pula jika ditinjau dari sisi sejarah, asal usul Reog Ponorogo memang lahir dan berkembang di Indonesia lebih dulu. Untuk mengetahui asal-usul Reog Ponorogo lebih jauh, mari kita simak pembahasan berikut:

Barongan / Dadak Merak. Ciri Khas Dari Reog Ponorogo.

Asal Usul Reog Ponorogo Menurut cerita yang berkembang, asal usul Reog Ponorogo di latar belakangi oleh kisah perjalanan Raja Kerajaan Bantarangin,  yaitu Prabu Kelana Sewandana yang tengah mencari calon permaisurinya pada tahun 900 Saka. Calon permaisuri tersebut dicari karena kabur dari kerajaan Bantarangin. Calon permaisuri yang bernama Dewi Sanggalangit yang juga adalah putri kerajaan Kediri ini kabur karena tidak ingin dijodohkan dengan sang Prabu Kelana. Setelah perjalanan berhari-hari, Dewi Sanggalangit pun akhirnya ditemukan disebuah goa ketika ia tengah bersemedi. Ketika diajak pulang untuk dinikahi, putri Kediri tetap tak mau. Sang prabu pun merayunya dengan janji akan menuruti segala apapun permintaan yang diajukan oleh sang calon permaisuri.

Dari hasil semedi, sang putripun mendapat wahyu agar memintakan sebuah kesenian baru yang belum pernah ada sebelumnya dimana kesenian tersebut harus menggambarkan bahwa sang calon permaisuri adalah memang orang yang benar-benar dicintai sang raja. Setelah berpikir cukup keras berhari-hari, akhirnya sang prabu mendapat wahyu dari Dewi Parwati untuk membuat seni pertunjukan berupa tarian menggunakan barongan berupa Reog. Reognya sendiri dibuat sangat besar dengan perlambangan cinta berupa bulu burung merak dan kepala harimau. Bulu burung merak melambangkan sang calon permaisuri dan kepala harimau melambangkan sang Prabu. Tarian Reog Ponorogo kala itupun langsung dipertontonkan pada sang calon permaisuri. Melihat tarian tersebut, sang calon permaisuri pun sangat senang dan berjanji mau dinikahi sang prabu asal tarian Reog tersebut dipertontonkan setiap tahun ketika memperingati hari pernikahan mereka. Sejak saat itulah Reog Ponorogopun lahir.

Cerita asal usul Reog Ponorogo tersebut berkembang di masyarakat hingga kini. Kendati demikian, sebetulnya nama Reog baru diperkenalkan sejak tahun 1989. Sebelumnya Reog dikenal dengan nama REYOG. Nama tersebut diganti oleh Bupati Ponorogo Markum Singodimedjo untuk tujuan propaganda pembangunan. Nama REOG dipilih karena sangat cocok digunakan sebagai akronim dari slogan resmi kabupaten Ponorogo yaitu “Resik, Endah, Omber, Girang gemirang”. Demikianlah cerita asal usul Reog Ponorogo yang dipercayai oleh masyarakat sekitar sebagai awal lahirnya kesenian ini. Semoga cerita ini dapat meyakinkan kita bahwa memang kesenian Reog Ponorogo memang benar-benar hasil karya budaya leluhur tanah air Indonesia pada tempo dulu.
Read More
Top